Jumat, 14 Oktober 2011

Sistem Agribisnis Dinilai Kurang Berpihak Petani

Bogor (ANTARA News) – Sistem agribisnis di Indonesia dinilai terlalu dipengaruhi kepentingan para pemodal dan banyak mata rantai, sehingga posisi tawar petani lemah dan hanya mendapat bagian terkecil dari usaha tani yang dikembangkan.
Dosen dan peneliti pada Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Lukman M Baga, Rabu, di Bogor, mengatakan, keterpurukan nasib petani di Indonesia umumnya dipengaruhi sistem agribisnis yang masih timpang.“Sistem agribisnis kita masih timpang karena belum berpihak pada petani. Petani hanya menjadi objek karena posisi tawarnya sangat lemah,” kata Lukman.
Lukman mengemukakan, posisi tawar petani lemah akibat terlalu dominannya peran para pemilik modal dan pihak-pihak yang menjadi penghubung antara petani dengan pasar atau biasa dikenal dengan sebutan “tengkulak.”
“Mata rantai sistem agribisnis kita terlalu panjang, sehingga menjadikan posisi tawar petani lemah,” ujar Lukman M Baga.
Lemahnya posisi tawar tersebut membuat petani tidak berdaya dalam menentukan harga berbagai komoditas tanaman.
“Fenomena yang terjadi selama ini, harga semua komoditas ditentukan oleh tengkulak. Petani ditekan sedemikian rupa dan berada dalam poisi terjepit,” terang Lukman.
Guna meningkatkan posisi tawar petani, Lukman menyerukan perlunya memangkas mata rantai dalam sistem agribisnis.
“Petani harus menjadi pemain langsung sistem agribisnis, sehingga menjadi penentu harga dan dapat meraih bagian terbesar hasil usaha tani yang dilakukan,” tegasnya.
Guna mendorong petani menjadi pelaku langsung usaha agribisnis, Lukman mengimbau agar mereka menguatkan diri dengan cara membangun kelembagaan tani yang kuat dan sehat.
“Organisasi harus memiliki wadah untuk menguatkan peran dan membangun jaringan usaha agar posisi tawarnya dalam sistem agribisnis menguat,” demikian Lukman.


Sumber: Antara.

petani harus jadi "pemain" langsung Agribisnis

Rekor Tertinggi, Impor Jagung Tahun Ini Melonjak 65%

Jakarta - Realisasi impor jagung tahun ini dipastikan menembus rekor tertinggi dibanding beberapa tahun terakhir. Hingga akhir tahun ini diperkirakan akan mencapai 2,5 juta ton khusus untuk pakan ternak atau melonjak kurang lebih 65% dari tahun lalu.

"Dari total kebutuhan jagung dalam negeri, memang paling besar untuk pakan ternak, yang lain-lain kecil seperti industri minyak jagung. Di negara-negara lain pun seperti itu," Ketua Gabungan Pengusaha Pakan Ternak (GPMT) Sudirman kepada detikFinance, Jumat (14/10/2011)

Sudirman mengatakan tahun lalu impor jagung untuk industri pakan ternak hanya 1,5 juta ton dari kebutuhan 5 juta ton. Sementara tahun ini hingga Agustus 2011 sudah menembus 2,2 juta ton. Ia memperkirakan realisasi impor sampai akhir tahun menembus 2,5 juta ton dari kebutuhan 5,5 juta ton.

"Sumber impornya dari Thailand dalam jumlah kecil, memang paling banyak dari Argentina, AS, India, Myanmar dan negara-negara Asia lainnya," katanya.

Ia menambahkan tahun ini memang menjadi jumlah terbanyak realisasi impor jagung karena pasokan jagung dalam negeri masih terbatas. Padahal pada tahun 2009 lalu impor jagung untuk pakan ternak hanya 400.000 ton.

"Impor jagung tahun ini lebih tingggi dari ekspektasi, karena produksi dalam negeri banyak kendala, dari sisi suplainya kurang, walaupun dari harga jagung lokal dan impor sama saja," katanya.

Sudirman menuturkan alasan produksi jagung lokal kurang karena selain faktor cuaca yang tak menentu, faktor lahan pun menentukan. Saat ini ada kecenderungan para petani jagung mengkonversi lahannya ke singkong karena dianggap lebih tahan dari ancaman cuaca.

"Kita punya tanggung jawab untuk menyerap jagung petani, agar mereka bergairah," katanya.

Ia menilai sejatinya apa yang dilakukan oleh kementerian pertanian untuk memberikan bibit jagung gratis dan pupuk sudah benar, namun terkendala dalam hal mekanisme pencairannya yang telat sehingga perlu dievaluasi.

"Tahun depan saya lihat mungkin produksi lebih baik, karena ada beberapa daerah baru seperti Dompu NTB," katanya.  

sumber : (hen/dnl/detik)

Mentan: Impor Kentang Sejauh Ini Tak Terlalu Mengganggu

Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Suswono menegaskan volume impor kentang saat ini masih rendah atau kurang 5% dari produksi lokal. Sehingga ia memastikan dari sisi volume impor kentang tak terlalu mengganggu pasar dalam negeri dan sehingga tak ada tata niaga impor.

"Kentang itu tidak diatur, jadi bukan yang perlu mendapat rekomendasi mentan. Sekarang ini impor bibit atau benih. Oleh karena itu, selama ini tidak ada masalah," ujarnya dalam konferensi pers di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (14/10/2011).

Menurut Suswono, saat ini produksi kentang sekitar 1 juta ton, sementara impor kentang hanya sekitar 40.000 ton atau masih kurang dari 5%. Walaupun ia mengakui hingga Juni tahun ini, sudah ada realisasi impor 50.000 ton kentang. Sementara jumlah konsumsi kentang, Suswono mengaku belum memiliki datanya.

"Produksi sekitar 1 juta ton, kita belum punya data konsumsi berapa. Sejauh ini tidak terlalu mengganggu impor 40.000 ton, setiap tahun ada kenaikan.
Itu kan masih di bawah 5% tapi sampai bulan Juni sudah masuk 50.O00," jelasnya.

Mengenai adanya keluhan petani kentang belakangan ini terhadap kentang impor, karena adanya kentang impor untuk kebutuhan industri yang beredar di pasaran. Hal tersebut membahayakan karena harga kentang impor yang murah jika dibandingkan kentang lokal.

"Harusnya masuk industri tapi masuk ke pasar, harganya Rp 3000 padahal biasanya Rp 4000 baru harga di petani," ujarnya.

Untuk itu, dengan adanya kasus tersebut, Suswono mengharapkan menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk meningkatkan koordinasi agar tidak merugikan pihak petani.

"Mudah-mudahan ada penyadaran memang mendag (menteri perdagangan) nggak koordinasi dengan mentan, tapi dengan kajadian ini perlu juga diatur karena bisa memukul pendapatan petani dengan harga impor seperti itu," pungkasnya.

memetik uang dari hasil investasi pohon jabon

Pilihan investasi sektor kehutanan belum banyak dilirik oleh masyarakat luas. Termasuk investasi menanam pohon jabon. Padahal jika ditekuni, hasil investasi jabon ini tak kalah menggiurkan.
Pilihan investasi sektor kehutanan belum banyak dilirik oleh masyarakat luas. Termasuk investasi menanam pohon jabon. Padahal jika ditekuni, hasil investasi jabon ini tak kalah menggiurkan.

Istilah Jabon mulai familiar dikalangan masyarakat beberapa tahun terakhir. Kepopuleran jabon seakan menenggelamkan pohon sengon yang sebelumnya sudah banyak dikembangkan.

Jabon sering diplesetkan dengan istilah 'jati bonsor' (jabon) yaitu jenis pohon yang mirip jati dengan kemampuan tumbuh yang sangat cepat. Sehingga tak heran jenis pohon ini cocok sebagai pohon yang kayunya bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku industri kayu seperti plywood maupun industri pulp maupun kertas.

Kemasyuran pohon jabon sebagai salah satu pohon yang bernilai ekonomis tinggi, juga telah diakui oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. Zulkifli menilai, harga jual kayu jabon bernilai tinggi sehingga cocok untuk investasi masyarakat.

"Satu kubik pohon jabon sekarang harganya Rp 1,6 juta, kalau harga beberapa tahun lagi, pasti lebih mahal," kata Zulkifli akhir pekan lalu.

Zulkifli mengatakan panen jabon bisa dipetik dalam waktu hanya 6-7 tahun paling lama. Selain buat investasi, menanam jabon juga bisa menjadi saran mensukseskan program menanam 1 miliar pohon.

"Pohon jabon ini pionir, dimana-mana banyak terutama di Sulawesi, sebagai tanaman endemik," kata Zulkifli.

Sementara itu Pemimpin Pelaksana Balai Pemeliharaan Tanaman Hutan Jawa Madura Acad Sudrajat mengatakan gambaran kasar investasi pohon jabon sangat menggiurkan.

Ia menuturkan modal bibit jabon siap tanam hanya Rp 2.000-2.500. Sementara dengan perhitungan harga satu kubik pohon jabon Rp 1,6 juta dengan setiap pohon jabon umur 6 tahun bisa diperoleh dua kubik, sudah terbayang berapa margin yang diperoleh si investor.

"Bayangkan saja keuntunganya luar biasa dari modal Rp 2.500 per pohon menjadi Rp 3 juta," kata Acad.

Hal ini pun diakui oleh Direktur Pembibitan Kementerian Kehutanan Bejo Santoso, menurutnya setiap kali panen dalam satu hektar bisa diperoleh perputaran uang hingga Rp 500 juta. Tawaran investasi jabon, kini menurutnya sudah menjadi primadona baru untuk investasi.

"Yang menarik, dari hasil tulisan yang ada hingga kini jabon belum ada penyakitnya. Di Jawa sudah banyak penampungnya untuk industri plywood," kata Bejo.

Acad menjelaskan dengan perhitungan jarak penanaman 3x3 meter, maka setiap hektarnya bisa ditanam 400 pohon. Ia menghitung, nilai ekonomis penanaman jabon bisa diperoleh dari penanaman pohon sedikitnya setengah hektar.

"Lahan tergantung milik sendiri, setengah hektar lumayan 200 pohon pun bisa," katanya.

Dikatakannya, pohon jabon memiliki karakteristik tumbuh baik di ketinggian 0-700 meter diatas permukaan laut. Bahkan kata dia lokasi yang baik jabon sangat tumbuh baik di kawasan lembah.

Menurutnya jabon memiliki dua jenis yaitu jabon merah dan jabon putih, dua-duanya memiliki keunggulan masing-masing. Misalnya jabon merah memiliki karakter kayu yang keras sedangkan jabon putih sebaliknya.

Untuk urusan bibit, Acad menuturkan informasi soal bibit bisa diperoleh di pusat-pusat persemaian yang dibangun kementerian kehutanan. Misalnya pusat persemaian Cimanggis, Depok yang berlokasi di Jalan Raya Bogor.

Acad menambahkan, harga bibit saat ini untuk yang sudah disertifikasi (teruji) Rp 14 juta per Kg sementara untuk yang belum bersertifikat hanya Rp 3-4 juta per Kg. Biasanya dari 1 kg bibit jabon bisa didapat 20 juta benih, namun jika sudah disemai biasanya akan efektif tumbuh hanya kurang lebih 2 juta bibit siap tanam.

Ia menghitung dari 1 Kg bibit yang mencapai 2 juta benih siap tanam, maka setidaknya bisa ditampung untuk luasan lahan 5000 hektar. Dengan perhitungan setiap satu hektar bisa ditanam 400 pohon jabon.

Soal pemasaran, menurut Acad penanaman jabon di wilayah Jawa masih menjanjikan dengan wilayah lainnya. Hal ini karena di Jawa banyak bertebaran industri-industri kayu maupun kertas.

"Sekarang di Jawa sudah banyak di Jawa Tengah, Jawa Timur. Bahkan pembeli banyak yang langsung ke kebon dari pihak pabrik maupun bandar kayu. Jabon bisa dipakai untuk bahan baku pabrik kertas, plywood, bahan pertukangan," katanya.


Sumber: (hen/qom/dtk)

Dua tantangan menghadang pengembangan tanaman biotek

Kementerian Pertanian (Kementan) menggarisbawahi setidaknya terdapat dua tantangan besar yang harus dicarikan solusinya oleh para pemangku kepentingan yang langsung terlibat dalam pengembangan tanaman biotek /rekayasa genetika atau Genetically modified or
Kementerian Pertanian (Kementan) menggarisbawahi setidaknya terdapat dua tantangan besar yang harus dicarikan solusinya oleh para pemangku kepentingan yang langsung terlibat dalam pengembangan tanaman biotek /rekayasa genetika atau Genetically modified organism (Gmo).

Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurhti mengatakan, pemerintah menyodorkan dua tantangan besar dalam pengembangan tanaman biotek di Tanah Air. Pertama, proses transformasi sistem pertanian tidak menggantungkan pada beberapa perusahaan atau beberapa negara. Menurutnya, saat ini adopsi teknologi yang diterapkan masih dalam skala kecil.

"Namun, apabila dibutuhkan dalam skala besar, maka kita harus mengimpornya.Itu pilihan yang harus kita buat dan bagaimana caranya untuk mempercepatnya," terang Bayu di Jakarta, Selasa (15/3/2011)

Tantangan kedua, sambung Bayu, berkenaan dengan keamanaan dan perlindungan kepada para petani juga terhadap perusahaan yang mengeluarkan benihnya. Merujuk pengalaman masa lalu, produk trangenik tidak luput dari ancaman pemalsuan bibit. Tindak pemalsuan bibit itu telah merugikan para petani dalam hal produksi. "Pihak perusahaan juga dirugikan karena barangnya dipalsukan orang lain," jelasnya.

Meski begitu, menurut dia, prinsipnya pemerintah menyambut positif terhadap pengembangan tanaman biotek di Tanah Air. Pasalnya, selama ini Indonesia sudah mengimpor hasil produksi tanaman biotek itu sepertihalnya jagung dan kedelai. "Kira-kira sekitar 80-90 persen kedelai yang kita impor itu Gmo, sudah beberapa negara yang sudah menggunakan benih Gmo, bahkan Eropa yang selama ini menentang penggunaan Gmo tapi beberapa negara sudah memanfaatkan teknologi ini," ujarnya.

Bayu menjelaskan, sebetulnya Indonesia sudah mengimplementasikan sistem teknologi pada gula dan jagung melalui hibridanya. Namun, untuk padi belum sampai mengadopsi sistem transgenik. Menurutnya, Indonesia membutuhkan terobosan teknologi baru. Sejak dirintis revolusi hijau seperti penggunaan benih, pupuk pada dekade 1970-an, praktis beluma ada terobosan teknologi pertanian baru. "Misalnya di Argentia, 100% pangannya sudah menggunakan teknologi Gmo," terang Bayu.

Ketua Dewan International Service for the Acquisition of Agri-biotech Applications (ISAAA) Clive James mengatakan, hingga kini 29 negara telah mengadopsi teknologi pertanian Gmo itu. Setidaknya 10 negara industri besar Amerika Serikat , Kanada, Australia dan Cina telah menerapkannya. Sementara, 10 negara lainnya merupakan negara berkembang, di antaranya Brazil, India, Argentina, Paraguay dan Afrika Selatan. Mereka menggunakan tanaman biotek untuk mendongkrak hasil tanamannya.


Sumber: kbrbsns

Padi Bervitamin A segera ditanam di indonesia

Masyarakat Indonesia akan diberikan pilihan baru dalam hal mengonsumsi beras. Nantinya, tidak hanya memenuhi unsur karbohidrat, varietas benih padi juga dapat disisipkan pro vitamin A.
Masyarakat Indonesia akan diberikan pilihan baru dalam hal mengonsumsi beras. Nantinya, tidak hanya memenuhi unsur karbohidrat, varietas benih padi juga dapat disisipkan pro vitamin A. Paling tidak jenis tanaman biotek (rekayasa genetika) atau Genetically modified organism (Gmo)> itu sudah dapat dikomersialisasi pada 2014-2015 mendatang.

Adapun varieties padi tanaman biotek itu bernama golden rice ditemukan oleh lembaga peneltian padi internasional (IRRI) di Los Banos, Philipina.

Ketua Dewan International Service for the Acquisition of Agri-biotech Applications (ISAAA), Clive James, mengatakan, saat ini golden rice masih berupa gen. Tampilannya berwarna kuning jingga karena mengandung beta –karotena (pro vitamin A) atau dapat saja digabungkan dengan varietias tanaman padi yang ada di Tanah Air, misalnya Ciherang. Dengan begitu, tampilannya bisa tetap berwarna putih.

"Varietas tanaman biotek itu dapat menjadi alternatif bagi pemerintah untuk meningkatkan produktifitas hasil tanam sekaligus memperbaiki kandungan nutrisi padi yakni menambah pro vitamin A. Tidak dikonsumsinya buah atau sayur mayur mengandung vitamin A yang hilang akan tergantikan," terangnya.

Menurutnya, dalam kurun waktu 15 tahun setelah komersialisasi, akumulasi tanaman biotek melebihi 1 miliar hectare (ha) pada tahun lalu. Tidak hanya diadopsi oleh Amerika Serikat (AS), tanaman biotek juga ditanam 15,4 juta petani di 29 negara. Brazil, Paraguay, Afrika Selatan, Cina, Pakistan hingga Mynamar berhasil merevolusi sistem pertaniannya melalui adopsi tanaman biotek.

Dalam praktiknya penerapan tanaman biotek dinegara-negara berkembang itu, sambung Clive, merupakan petani miskin sumberdaya rendah dan berskala kecil . Pengembangan gen golden rice mampu menekan populasi manusia yang kekurangan vitamin A. "Selanjutnya kita berharap, Bangladesh, Vietnam dan Indonesia juga mengikutinya," terangnya.

Namun, Clive menambahkan, sebelum dipasarkan ke Indonesia, varietas padi hasil tanaman biotek itu tetap diteliti terlebih dahulu oleh Komisi Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetika. Kajian itu disadari untuk diteliti lebih komprehensif apakah memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku yang ditetapkan pemerintah Indonesia.

Meski begitu, Direktur Southeast Asian Regional Centre for Tropical Biology (SAMEO BIOTROP) Bambang Purwantara mengatakan, komersialisasi tanaman biotek di Tanah Air khususnya golden rice sangat bergantung pada aksebilitas semua pemangku kepentingan,baik pemerintah selaku regulator maupun dunia usaha. Karena itu, kesinambungan sosialisasi dan edukasi mengenai tanaman biotek menjadi fokus institusinya

Sumber: KBC

Budidaya Jagung Manis

Jagung Manis dapat ditanam di daerah dataran rendah dan tinggi sampai ketinggian 900 meter dari permukaan laut. Suhu ideal untuk pertumbuhan jagung manis adalah 21 – 30 0 C tanah yang baik adalah tanah yang subur dan gembur, keasaman tanah antara5,6

Keadaan tempat untuk jagung manis baiknya yang terbuka,memerlukan sinar matahari yang cukup banyak, tidak tergenang air. Pada musim kemarau baik ditaman di sawah tadah hujuan yang ada air sedikit dan pada muhim hujan baiknya ditanam di lahan kering atau tegalan.
Benih Jagung manis untuk 1 hektar diperlukan 7 kg. 

Pengolahan Tanah, bersihkan areal dari rumput liar dan jerami yang tdk berguna, cangkul lahan sedalam 30 – 40 cm, buat garitan dengan jarak antar garitan 80 – 90 cm. Taburkan pupuk organic misalnya Bokashi kotoan ayam, kotoran kambing, 5- 10 ton/ ha.

Penanaman dan perlakuan tanam
Penanaman benih dengan cara ditugal atau digarit, taburkan furadan diatas benih sebanyak 0,5 gram perlobang tanam, taburkan NPK dengan jarak 10 cm dari biji jagung sebanyak 2 gram per lubang:
  •  7 – 15 hari setelah tanam dilakukan penyulaman, pemberian pupuk ZA 150 kg perhektar, SP – 36 300 kg/ ha, bila perlu semprot dengan PPC/ Insektisida nabati. 
  • 25 – 30 hari setelah tanam dilakukan penyiangan sekaligus pengguludan, bila perlu di taburu lgFuradan 3G pada titik tumbuh sekitar 5 butur kicil per tanaman, semprot dengan PPC.
  • 40 -45 hari setelah tanam dilakukan pemupukan dengan KCL atau KNOÉœ lakukan penyemprotan bila ada hama yang sudah melebihi ambang eonomi.
  • 50 – 55 hari setelah tanam, mulai seleksi tongkol atau pohon, penyemprotan bila perlu pada ketiak daun.Pada saatini usahakan kebun jangan terganggu akan mempengaruhi proses persarian.
  • 75 – 80 hari setelah tanam Waktu pemetikan 

Panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Udara panas cenderung dapat mengurangi kandungangula pada biji jagung manis . Untuk mempertahankan kadar gula lebih lama, selepas panen dari kebun harus segera masuk ke ruang pendingin pada temperature 1 – 5 0 C ini akan mempertahankan kemasinisan hingga 10 hari, yang paling ideal yaitu dengan perelakuan khusus, setelah panen langsung diangkut ke gudang atau ruang pendingin dan langsung dilaksanakan penyortiran dan pengemasan dengan plastic roping film. Plastik ini berfungsi sebagai penjaga kelelmbaban, mencegah kehilangan air, memperpanjang kesegaran.

Budidaya PARIA

Paria atau biasa disebut pare, merupakan salah satu jenis sayuran yang mempunyai nilai ekonomi dan peluang pasar cukup luas mulai dari pasar tradisional hingga swalayan atau supermarket. Buah muda pare biasa dikonsumsi sebagai bahan sayuran maupun lalapan. Selain itu pare dapat digunakan sebagai campuran untuk ramuan jamu.
Meskipun prospek dan peluang pasar cukup luas, namun kultur budidaya tanaman ini masih sebagai tanaman sampingan. Pada awalnya budidaya tanaman pare dilakukan dalam skala kecil, dilahan pekarangan dan tegalan dengan pemeliharaan yang kurang intensif. Namun dibeberapa daerah penanaman pare mulai dilakukan dengan intensif dalam skala yang cukup luas.
Buah yang memiliki rasa pahit dengan bentuk buah panjang serta bergerigi ini, ternyata memiliki kandungan gizi dan vitamin yang cukup. (tabel kandungan gizi dan vitamin.  Buah pare juga mengandung kandungan obat-obatan, diantaranya dapat digunakan untuk mengatasi penyakit diabetes, darah tinggi, dan sebagai penurun panas.
Dewasa ini, dengan perkembangan ilmu dan tehnologi dalam bidang pertanian khususnya perbenihan, telah banyak dihasilkan beragam varietas pare yang memiliki sifat-sifat yang unggul. PT. BISI International Tbk, merupakan salah satu perusahaan perbenihan, telah merilis beberapa benih varietas pare unggul, yang diantaranya : Maya, New Maya, Comodor, Proton, Fresty dan Isabel.
Syarat Tumbuh

Tanaman pare pada umumnya dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik didaerah dataran rendah sampai ketinggian 1500 meter dari permukaan air laut. Suhu yang ideal adalah 18 – 24 derajat Celsius, penyinaran matahari penuh dan tidak ternaungi. Hampir semua jenis tanah pertanian cocok untuk budidaya tanaman pare. Namun tanah yang paling baik adalah tanah lempung berpasir dengan kandungan bahan organik yang cukup, drainase yang baik dengan tingkat keasaman atau pH tanah 5 – 6.
Peram & Persemaian Benih Pare

Benih pare yang digunakan sebaiknya benih yang memiliki daya tumbuh minimal 80%. Benih pare memiliki kulit yang cukup keras dan sebelum dilakukan pemeraman pecahkan kulit luar pada bagian pangkal benih tempat keluarnya calon akar, dengan menggunakan alat pemotong kuku dengan hati-hati.
Kemudian rendam benih dalam larutan fungisida selama 10 – 15 menit. Setelah 10 – 15 menit benih diperam pada kertas peram dan masukan kedalam kain handuk yang telah dibasahi dan simpan pada suhu kamar antara suhu 27 – 28 derajat Celsius.
Bersamaan dengan pemeraman, siapkan media semai. Media semai dibuat dengan menggunakan campuran tanah halus dan kompos, perbandingan 1 banding 1, atau menggunakan media semai lain yang mempunyai struktur ringan dan aerasi baik, seperti : serbuk sabut kelapa, serbuk kayu, dan lain-lain.
Setelah 2 – 3 hari, benih pare yang diperam dan telah mengeluarkan calon akar, semai pada media semai yang telah disiram terlebih dahulu. Persemaian dapat juga dilakukan dengan memasukan benih pada media semai tanpa dilakukan pemeraman terlebih dahulu. Benih yang telah diletakan pada media semai di tutup dengan plastik hitam perak. Setelah 1 – 2 kali 24 jam, benih tampak berkecambah plastik pemutup dibuka.
Siram persemaian setiap pagi dan sore sesuai dengan kebutuhan tanaman. Untuk mencegah serangan hama dan penyakit persemaian, lakukan penyemprotan pestisida dengan setengah dosis anjuran.
Persiapan lahan & Pindah Tanam

Lahan yang digunakan sebaiknya lahan yang bersih dari bekas tanaman lama. Apabila lahan banyak ditumbuhi gulma lakukan pembersihan baik secara mekanis maupun secara kimiawi.
Apabila lahan yang akan digunakan banyak ditumbuhi gulma, lakukan penyemprotan hebisida. Untuk memberantas gulma secara cepat dan tuntas, gunakan herbisida NOXONE 297SL. Dan untuk memberantas gulma sampai akar-akarnya semprot dengan herbisida sistemik RAMBO 480SL atau dengan ROGER 480SL. Olah lahan dengan membajak atau mencangkul lahan sebaik mungkin untuk memperbaiki aerasi tanah dan kemudian diratakan sehingga tanah menjadi remah.
Bedengan dibuat dengan sistem ”tangkupan”,dengan lebar bedengan 1 meter, jarak antar bedengan 2-3 meter dan jarak antar tanaman 60 - 70 cm. tinggi bedengan 20 - 30 cm. Berikan pupuk kandang 7,5 - 10 kg per 10 meter persegi bedengan dan kapur pertanian atau dolomit, 10 – 15 kg per 10 meter bedengan atau disesuaikan dengan kebutuhan untuk meningkatkan pH tanah.
Kebutuhan pupuk dasar adalah urea 3 kg, SP36, 2 kg dan Kcl, 2 kg per 10 meter persegi bedengan. Pupuk dasar dapat juga menggunakan pupuk NPK dengan dosis 3 kg per 10 meter bedengan.  Campur, ratakan dan selanjutnya lakukan pemasangan plastik mulsa. Benih yang telah disemai dan telah memiliki 2 daun sempurna, bibit siap dipindahtanam.
Buat lubang tanam sedalam 8 – 10 cm dengan jarak antar tanaman 1 meter, dan tebarkan butiran WINGRAN 0,5G pada lubang tanam untuk mencegah serangan ulat tanah. Seleksi bibit yang akan ditanam berdasarkan kesehatan dan besar kecil bibit, kemudian celupkan bibit yang telah diseleksi pada larutan fungisida VIDI 722 SL untuk mencegah serangan penyakit damping off atau rebah semai. Tanam bibit pada lubang tanam dengan hati-hati agar perakaran bibit tidak rusak. Bersamanan tanam, pasang para-para atau net yang berfungsi untuk tempat menjalarnya tanaman sehingga buah dapat menggantung dan terbentuk dengan sempurna.
Pemeliharaan Tanaman

Untuk pertumbuhan yang lebih optimal, tanaman pare perlu dilakukan pemeliharaan tanaman. Pemeliharaan tanaman pare diantaranya :
• Pengikatan tanaman
• Pengairan
• Pemupukan susulan
• Pemangkasan dan pewiwilan
• Pengendalian hama penyakit tanaman
Pada awal pertumbuhnya, tanaman pare perlu dilakukan pengikatan pada lanjaran.

Pengikatan ini bertujuan untuk menjalarkan tanaman pada lanjaran dan agar buah dapat tumbuh pada para-para yang telah disediakan. Untuk pertumbuhannya, tanaman pare membutuhkan pengairan yang cukup. Setelah tanam dan sampai fase pembungaan, pengairan dilakukan 2 kali dalam seminggu. Dan setelah pembuahan, pengairan dilakukan 1 kali seminggu.
Pemupukan susulan perlu dilakukan untuk menyediakan unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam pertumbuhan vegetatif dan generatifnya. Saat tanaman berumur 7, 21, 35 dan 50 hari setelah tanam, pemupukan dilakukan dengan memberikan pupuk NPK 15 gram tiap tanaman. Dan untuk memacu pertumbuhan tanaman, semprot tanaman dengan ZPT mulai umur 0 – 14 hari setelah tanam. Saat tanaman berumur 30 – 40 hari setelah tanam, perlu dilakukan pemangkasan.
Pewiwilan tanaman pare dilakukan dengan cara memangkas semua cabang samping sekitar 30 cm dari pangkal tanaman, pemangkasan juga dilakukan pada cabang yang sudah tua dan tidak produktif serta cabang yang terkena serangan penyakit, pemangkasan ini bertujuan untuk merangsang tumbuhnya tunas baru. Selain pemangkasan, buah pare muda diajurkan untuk dibungkus dengan plastik atau kertas. Pembungkusan ini bertujuan mencegah serangan lalat buah dan serangga lainnya, agar kualitas buah tetap terjaga.
Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Pare

Serangan hama dan penyakit pada tanaman pare hampir jarang ditemukan. Kalaupun ada itu pada tanaman yang tidak dirawat dan kondisi tanaman yang lemah. 
Hama yang biasa menyerang adalah :
• Lalat Buah
• Kutu Kebul
• Ulat Buah dan Daun
• Thrips
Sedangkan penyakit yang biasa menyerang adalah :
• Layu Fusarium
• Downy Mildew
• Bercak Cercospora
Lalat Buah

Hama lalat buah menyerang buah pare dengan meletakan telur pada buah, dan telur akan menjadi larva. Larva akan memakan buah pare dari dalam sehingga buah membusuk. Untuk pengendalian dianjurkan menyemprotkan insektisida RAYDOCK 28EC atau CYPERMAX 100EC. Pencegahan dapat dilakukan dengan membungkus buah pare dengan menggunakan kertas atau plastik.
Kutu Kebul dan Thrips

Hama ini menyerang tanaman dengan menghisap cairan daun sehingga daun menjadi keriting dan kering. Selain itu hama kutu kebul dan thrips merupakan vector virus. Untuk pencegahan dan pengendalian dianjurkan untuk menyemprotkan insektisida WINDER 25WP atau WINDER 100EC bergantian dengan insektisida MATRIX 200EC.
Ulat Buah dan Ulat daun

Hama ulat Plutella xylostella menyerang daun dan buah dengan memakan jaringan daun dan buah dengan melubangi buah. Untuk pencegahan dan pengendaliannya, dianjurkan menyemprotkan insektisida biologi TUREX WP dicampur dengan RAYDOCK 28EC atau dengan insektisida CYPERMAX 100EC.
Layu Fusarium

Tanaman yang terserang penyakit ini, akan nampak bercak kuning kecoklatan dan basah pada pangkal batang. Tanaman akan layu dan kemudian mati. Untuk pencegahannya, gunakan benih pare yang tahan terhadap penyakit layu dan telah ditreatment dengan fungisida.
Downy Mildew & Bercak daun Cercospora

Tanaman yang terserang penyakit Downy mildew ini, daun akan berwarna kuning kemudian menjadi coklat dan kering. Dan apabila daun terserang bercak cercospora, daun akan terdapat bercak-bercak putih dengan tengah berwarna coklat, kemudian daun akan mengering. Untuk pencegahan dan pengendalian dianjurkan menyemprotkan fungisida VICTORY 80WP dicampur dengan fungisida STARMYL 25WP.
Panen dan pasca panen

Tanaman pare mulai dipanen umur 50 - 60 hari setelah tanam. Buah yang siap untuk dipanen adalah buah yang memiliki ukuran buah yang maksimal. Pemanenan dapat dilakukan dengan interval 2 kali seminggu dan biasanya dapat dipanen sebanyak 12 sampai 14 kali. Setelah panen buah pare segera dipasarkan, karena pada umumnya buah pare hanya tahan simpan sampai 2 - 3 hari.

Ayo Senam Pagi ikut ladies ladies ini :)


Digoyanggg makcikkk...!!!

Impor Buah dari china makin menggila

Pada triwulan I-2011 ini, impor buah-buahan, terutama untuk jenis jeruk mandarin dan pir dari China, semakin merajalela.
Pada triwulan I-2011 ini, impor buah-buahan, terutama untuk jenis jeruk mandarin dan pir dari China, semakin merajalela. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan impor jeruk mandarin pada Januari-Maret 2011 senilai 85.352.866 dollar AS. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, nilai impor jeruk mandarin masih sebesar 68.103.952 dollar AS. Itu berarti impor jeruk mandarin triwulan I-2011 melonjak sekitar 25,32 persen dibandingkan dengan triwulan I-2010.

Kondisi yang sama terjadi pada impor buah pir. Bahkan, kenaikan nilai impor pir jauh lebih tinggi ketimbang jeruk mandarin. Masih merujuk data BPS, impor pir pada Januari-Maret 2011 senilai 30.392.987 dollar AS. Nilai ini melonjak 168,56 persen dibandingkan dengan Januari-Maret 2010 yang senilai 11.317.116 dollar AS.

Ketua Asosiasi Eksportir Sayuran dan Buah Indonesia (AESBI) Hasan Widjaja mengaku tidak terlalu kaget dengan kenaikan nilai impor buah dari China. Menurut dia, buah-buahan China memang memiliki banyak keunggulan, seperti harga yang lebih rendah dan ketersediaan pasokan yang melimpah. Jeruk mandarin dari China, misalnya, bisa dijual ke konsumen dengan harga Rp 17.000 per kilogram. Bandingkan dengan jeruk medan atau jeruk pontianak yang dijual lebih mahal, yaitu Rp 20.000 per kilogram. "Para pedagang otomatis memilih jeruk impor," ungkapnya kepada KONTAN, Rabu (4/5/2011).

Ketersediaan pasokan buah impor dari China juga menjadi penyebab lainnya. China sudah memiliki kawasan produksi buah-buahan dan sayuran yang memadai, baik dari sisi luas maupun teknologi penanamannya. Efeknya, mereka bisa memproduksi buah-buahan dan sayuran terus-menerus sepanjang tahun tanpa harus terhambat masalah cuaca.

Kondisi sebaliknya menimpa buah-buahan Indonesia. Produksi buah-buahan di beberapa daerah sering mentok akibat cuaca buruk. Indonesia juga tidak memiliki kawasan khusus yang dijadikan lumbung produksi buah. Akibatnya, saban tahun produksi buah-buahan lokal terus berfluktuasi sepanjang tahun. "Pedagang jelas tidak mau kalau pasokannya tidak menentu," kata Hasan.

Meski begitu, Hasan mengakui ada beberapa jenis buah yang memang harus diimpor karena Indonesia tidak memilikinya, seperti pir. Di sisi lain, permintaan pir dari masyarakat terus meningkat. Imbasnya, untuk memenuhi kebutuhan itu, impor merupakan jalan satu-satunya. "Pir memang tidak ada di Indonesia. Mau bagaimana lagi, impor harus dilakukan," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan harus lebih bijak dalam melihat impor buah dari China. Menurut dia, Indonesia belum memasuki skala ketergantungan pada buah-buahan impor dari China. Namun, impor itu kebanyakan untuk jenis-jenis tertentu yang tidak ada di Indonesia. "Kalau permintaan ada, sementara pasokan tidak ada, impor bukan sesuatu yang salah," ungkap Mari dalam keterangan pers


Sumber: (Veri Nurhansyah Tragistina/Kontan)

Rabu, 12 Oktober 2011

Budidaya Jambu Biji Merah


Buah jambu batu mempunyai nilai ekonomis, terutama karena rasanya yang manis, warna yang menarik dan mengandung vitamin C yang cukup tinggi. Merupakan tanaman tahunan berbentuk perdu dengan tinggi 3-10 m dan percabangan rendah. Kulit batang berwarna coklat kemerahan, tipis dan ringan. Bentuk buah bulat atau bulat telur dengan warna buah hijau kekuningan. Dapat tumbuh didaerah dengan ketinggian 0-1000 m dpl. Dan tumbuh baik pada tanah yang gembur dan cukup air.






Budidaya Jambu Batu
 Bibit
 Sebagai bibit dapat digunakan dengan biji, cangkok, tunas akar ataupun okulasi. Perbanyakan dengan biji baru mulai berbuah setelah berumur 7-8 tahun. Cara yang baik untuk memperbanyak ialah dengan cara pencangkokan sehingga akan diperoleh tanaman yang mempunyai sifat seperti induknya, selain itu tanaman akan cepat berbuah.
 Cara mencangkok adalah
  1. Cabang yang akan dicangkok dipilih yang tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua.
  2.  Kulit sekeliling cabang dikupas dengan panjang 12-13 cm hingga kayunya kelihatan. Bagian kayu tersebut dibiarkan sehari, supaya lendirnya kering.
  3.  Setelah bagian kayu menjadi kering, tutupi dengan campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1, kemudian dibungkus dengan sabut kelapa atau plastik.
  4.  Pada musim kemarau cangkokan disiram agar tidak kering.
  5.  Akar tumbuh 3-4 minggu setelah pencangkokan dan apabila akarnya telah banyak dan panjang dipotong bagian bawahnya.
  6.  Cangkokan ini ditanam didalam keranjang atau kantong plastik yang sudah diisi tanah.
  7.  Setelah 2-3 bulan didalam keranjang tanaman sudah siap dipindahkan.

Penanaman
  1. Buat lubang tanaman dengan ukuran 40x40x40 cm dan jarak tanam 4x4 m.
  2.  Dua minggu sebelum tanam, lubang diberi pupuk kandang sebanyak 1-2 blek (20 kg).
  3.  Bibit ditanam ditengahnya dengan membuang pembungkusnya (keranjang).
  4.  Kemudian ditimbun kembali dengan tanah yang telah dicampur pupuk kandang. Penimbunan dilakukan sehingga melebihi permukaan tanah sekitarnya.

Pemupukan
  1. Sebagai pupuk dasar diberikan 20 kg pupuk kandang atau 10 kg kotoran ayam yang sudah matang.
  2.  Pada tanaman yang berumur 1 tahun ditambah pupuk kandang dan 600-750 gram NPK. Pupuk NPK ini dapat diberikan 4-5 kali(setiap kali pemberian 150 gram).
  3.  Umur 2 tahun ditambah 225 gram NPK/pohon diberikan selama 4-5 kali.
  4.  Umur 3 tahun ditambahkan 450 gram/pohon diberikan 4-5 kali.

Pemeliharaan
  1. Pemangkasan tunas-tunas air, cabang tersier yang tumbuh kebawah dan ranting-ranting yang kering.
  2.  Penyiangan dilakukan bersama-sama dengan pemupukan.
  3.  Pengairan/penyiraman dilakukan pada tanaman yang masih muda.

Pemberantasan hama penyakit.
 Hama yang paling penting yang menyerang jambu ialah ulat trabala pallida yang hidup pada tanaman inangnya yaitu pohon alpokat, jenis-jenis jambu, jarak ciri-cirinya:
  • berbulu lebat pada bagian badan sebelah kiri dan kanan.
  • Kepala berwarna merah dengan garis-garis kuning.
  • Pada ulat yang sudah dewasa, punggungnya bergaris terang dan memanjang seluruh badan
  • Kepompong berbentuk punuk dua dan menempel pada ranting-ranting.    
Sumber :Kaslan A. Tohir, Ir.  1978. Bercocok Tanam Pohon Buah-Buahan. Penerbit : Pradnya Paramita. Jakarta

Selasa, 11 Oktober 2011

Nanam Cabe perhatikan Pasar ya.....



Salah satu pemicu fluktuasi harga cabe yang tidak stabil adalah karena luasan tanam yang tidak stabil. Ketika musim tanam para petani berbondong-bondong untuk menanam cabe sehingga luasan tanam cabe menjadi tak terkendali. Hal ini akan menyebabkan produksi cabe melimpah dan harga anjlok.  Padahan kebutuhan akan cabe lebih cenderung stabil. Begitu pula sebaliknya, jika diluar musim hanya sedikit petani yang tanam sehingga stok pasar sedikit yang mengakibatkan harga melonjak.
Salah satu cara untuk menstabilkan harga cabe adalah dengan mencoba memperluas tanam disaat diluar musim. Namun dengan cara tersebut bukan berarti tanpa kendala dalam budidayanya. Budidaya cabe di luar musim biasanya akan mendapat hambatan yang lebih besar.
Dengan pangaturan pola tanam berdasarkan  kuota luas tanam,  atau membatasi produksi pada masa bertanam normal, dan diikuti dengan melakukan budidaya diluar musim, diharapkan produksi dan harga cabe di pasar akan lebih stabil.
Untuk mengembangkan budidaya cabe diluar musim perlu diterapkan teknologi budidaya yang tepat dan biasanya berbeda dengan teknologi budidaya pada masa tanam biasa.  Dengan penerapan teknologi budidaya cabe merah yang ditanam pada musim penghujan diharapkan dapat dihasilkan cabe yang tidak kalah produksi dan kualitasnya dibanding produksi cabe yang pada ditanam pada musim kemarau.
Syarat tumbuh  untuk tanaman cabe antara lain tanah yang gembur, remah, tidak terlalu liat, tidak terlalu porous, kaya bahan organic dan  pH tanah 5,5 – 6,8.  Air yang diperlukan tersedia cukup dengan drainase yang baik.    Varietas yang dapat digunakan untuk budidaya cabe off season adalah cabe keriting TM 999, paris Minyak, cabe jatilaba, cabe besar Tit Super, cabe merah keriting lokal, Cabe hibrida (Hot Beauty, Hero).  Benih yang digunakan untuk budidaya off season ini hendaknya benih yang bebas dari hama dan penyakit, masak pohon, berwarna merah, daya tumbuh ± 80%, seragam dan bersih dari kotoran.
TEKNOLOGI BUDIDAYA
1. Pembibitan
  • Media pembibitan hendaknya disiapkan berupa campuran tanah subur dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1.  Pembibitan dapat dilakukan pada kantong plastic atau tempat pembibitan khusus;
  • Tempat pembibitan hendaknya ternaungi.  Penyiraman dilakukan setiap hari atau jika diperlukan;
  • Umur 25 – 30 hari bibit siap ditanam dilapangan.
2. Teknologi Penyiapan Lahan 
Tanah dibersihkan dan dicangkul, hendaknya dibuat bedengan berukuran lebar 120 cm, tinggi 40 – 50 cm, dengan jarak antar bedengan 50 cm.  Jika pH rendah dapat diberi kapur dolomit sebanyak ± 2 ton/ha, bersamaan dengan pemberian pupuk kandang dan pupuk dasar pada saat pengolahan tanah tahap akhir. Sebagai pupuk dasar dapat diberikan pupuk Urea 300 kg/Ha, SP36 250 – 300 kg/Ha, KCl 250 kg/Ha, diaduk secara rata. Siram seluruh permukaan bedengan dengan air hingga lembab, kemudian tutup dengan mulsa plastik.
3. Pemasangan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP) 
Mulsa plastik yang digunakan adalah 12 roll/Ha. Pemasangan mulsa dilakukan pada saat terik matahari agar memeudahkan plastik mengembang dan mudah ditarik.  MPHP ditebarkan diatas bedengan, warna perak menghadap ke tas den warna hitam menghadap ke tanah. Ttepi-tepi MPHP ditarik kuat ke arah bawah hingga terasa mengembang. Jepit tepi plastik dengan bilah bambu tipis sepanjang 40 cm disepanjang tepinya pada setiap jarak 40 – 50 cm.
4. Penanaman 
Llubang tanam dibuat dengan jarak tanam 60 cm dalam barisan dan 70 – 80 cm antar barisan. Bibit yang telah disiapkan sebaiknya ditanam pada pagi atau sore hari.
5. Pemeliharaan 
Penyulaman dilakukan paling lambat 1 minggu untuk mengganti bibit yang mati atau sakit. Pengairan diberikan dengan cara di leb atau disiram per lubang. Untuk menopang berdirinya tanaman dapat diberi ajir setinggi 125 cm.  Tunas – tunas air yang tumbuh di bawah cabang utama dipangkas.

PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN (OPT) Pengendalian lalat buah yang sering merusak buah cabe dapat dilakukan dengan memasang perangkap berisi methyl eugenol. Pengendalian hama dan penyakit lainnya dilakukan dengan menggunakan pestisida sesuai kebutuhan dengan dosis yang sesuai petunjuk.

TEKNOLOGI PANEN DAN PASCA PANEN Umur 60 – 70 hari setelah tanam, cabe dapat dipanen. Buah yang dipanen sudah berwarna merah. Kemasan untuk pengangkutan cabe diberi lubang angin yang cukup atau menggunakan karung jala. Tempat penyimpanan harus kering, sejuk dan cukup sirkulasi udara.
Demikian  sekilas tentang bagaimana cara menanam cabe diluar musim. Ada yang berani mencoba?
BBPP Ketindan; Jl. Ketindan No. 1 - Malang 
0341-426235.