Rabu, 19 Oktober 2011

Analisis budidaya belut

Bisnis belut merupakan bisnis yang sangat menjanjikan saat ini. Permintaan belum terpenuhi baik lokal maupun untuk ekspor. Dari bibit ukuran sekilo isi 80-90 ekor untuk mencapai ukuran konsumsi 4-5 ekor per kilo hanya butuh waktu 4 bulan. Pakan belut bisa menggunakan limbah restoran atau rumah tangga seperti sisa makanan, ampas tahu, ampas kelapa atau cacing tanah.
Berikut ini analisa usaha budidaya belut :

A. Investasi
  • Sewa Lahan Rp. 1.000.000
  • Pembuatan Kolam 5mx5m Rp. 150.000
  • Terpal Rp. 210.000
  • Pipa PVC Rp. 35.000

Total Investasi : Rp. 1.395.000

B. Biaya Operasional
  • Benih 30 kg @Rp.35.000 Rp. 1.050.000
  • Tenaga Kerja Rp. 154.000
  • Media Rp. 175.000
  • Pakan cacing 270 kg Rp. 1.944.400 @ Rp. 7.200/kg
  • Penyusutan sewa lahan Rp. 34.000
  • Penyusutan Terpal Rp. 17.500
  •  Penyusutan pipa PVC Rp. 3.000


Total biaya operasional Rp. 3.377.900

C.Penerimaan
  • Panen 300 kg x Rp. 25.000 Rp. 7.500.000


D. Keuntungan
  • Rp. 7.500.000 - Rp 3.777.900 : Rp. 4.122.100


E. Pertimbangan Usaha

1. BEP (Break Even Point)
BEP untuk harga produksi
BEP = Rp. 3.377.900 : 300 kg= Rp 11.259,67

Dengan volume produksi 300 kg titik balik modal tercapai jika harga belut Rp. 11.259,67

BEP untuk volume produksi
BEP = Rp. 3.337.900 : Rp. 25.000/kg
= Rp. 135,116 kg
Dengan harga jual Rp. 25.000/kg, titik balik modal tercapai jika volume produksi 135,1 kg

2. B/C (Perbandingan Penerimaan dan Biaya)
B/C = Rp. 7.500.000 : Rp 3.377.900
= Rp. 2,22
Setiap penambahan biaya Rp. 1 akan diperoleh penerimaan Rp. 2,22

3. NPV (Net Present Value)
NVP = Rp. 7.500.000 x 1/(1+0,0083)4
= Rp. 7.473.000
Dengan asumsi bunga bank 10% per tahun, penerimaan diperoleh 4 bulan Rp. 7.473.000

Keterangan :
- Satu orang tenaga kerja bisa mengelola 13 kolam 5 m x 5m 
- Pipa PVC dan terpal disusutkan selama 4 tahun 
- Media dipakai 2 kali
- Harga Pokok Produksi (HPP) cacing Rp. 7.200/kg

sumber: denidi.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar